Jumat, 08 Desember 2017

Peristiwa Besar berdampak negatif pada teknologi yang berpengaruh terhadap masyarakat dunia

1. Dampak Negatif Penjualan Senjata AS ke Saudi dan Dampaknya pada Perdamaian diTimur Tengah

Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan penjualan besar-besaran senjata bernilai 110 milyar dollar kepada Arab Saudi dalam kunjungannya yang pertama ke luar negeri sejak menjadi presiden bulan Januari lalu.
Para pejabat di Amerika dan Timur Tengah menyambut gembira perjanjian baru ini, konon untuk meningkatkan perlawanan terhadap aksi-aksi ekstremis dan apa yang dianggap sebagai usaha Iran untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah.
Kata Senator Chris Murphy, banjirnya senjata buatan Amerika itu tidak akan berdampak banyak untuk melawan ISIS dan al-Qaeda, karena Arab Saudi sangat terobsesi untuk melawan Iran, yang dianggapnya sebagai saingan besar di Timur Tengah. Saudi bahkan menuduh Iran berada dibelakang pemberontak Houthi yang berusaha menguasai Yaman.
Tidak bisa dibantah, tambahnya, bahwa penjualan senjata canggih kepada Arab Saudi akan mendorong Iran untuk memperkuat diri. “Pemerintah Iran tidak akan berdiam diri kalau kita terus menjual senjata kepada musuhnya.” Kasus skimming kartu Automated Teller Machine (ATM) kembali ramai diperbincangkan, terutama setelah pihak Polda Metro Jaya berhasil meringkus 5 pria yang terbukti menggasak uang di rekening tabungan 13 nasabah Bank Central Asia (BCA).

Modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah membeli ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti halnya fotokopi, atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit
Kalau Amerika ingin supaya Iran menghentikan program senjata balistiknya, penjualan senjata kepada Arab Saudi hanya akan mendorong perlombaan senjata di kawasan itu. “Kenapa kita harus menjadi peserta aktif dalam konflik regional ini? Dan apa keuntungan kita terus menghidupkan konflik antara kelompok Sunni dan Syiah di Timur Tengah?," tanya Senator Murphy.

2. Dampak Negatif penggunaan teknik Skimming untuk membobol ATM

Kasus skimming kartu Automated Teller Machine (ATM) kembali ramai diperbincangkan, terutama setelah pihak Polda Metro Jaya berhasil meringkus 5 pria yang terbukti menggasak uang di rekening tabungan 13 nasabah Bank Central Asia (BCA).

Modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah membeli ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti halnya fotokopi, atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban.

Laman Bank Tech menerangkan bahwa teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimmingpertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California. 

Saat itu, diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Secara teknis, cara kerjanya mirip CD writer pada komputer yang mampu membaca CD berisi data, kemudian menyalinnya ke CD lain yang masih kosong. Dan isinya dapat dipastikan akan sama persis dengan CD aslinya.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari US$ 500. Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar